𝐊𝐇𝐔𝐓𝐁𝐀𝐇 𝐉𝐔𝐌’𝐀𝐓 𝐒𝐄𝐓𝐄𝐋𝐀𝐇 𝐁𝐄𝐑𝐐𝐔𝐑𝐁𝐀𝐍, Apa Lagi yang Harus Kita Korbankan Demi Agama?

𝐊𝐇𝐔𝐓𝐁𝐀𝐇 𝐉𝐔𝐌’𝐀𝐓
𝐒𝐄𝐓𝐄𝐋𝐀𝐇 𝐁𝐄𝐑𝐐𝐔𝐑𝐁𝐀𝐍,
Apa Lagi yang Harus Kita Korbankan Demi Agama?




KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ شَرَعَ لَنَا الْقُرْبَانَ تَقَرُّبًا إِلَيْهِ وَاخْتِبَارًا لِصِدْقِ الْإِيْمَانِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الْعَظِيْمَةِ.
وَنَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hidup yang penuh ketakwaan akan membawa keselamatan dunia dan akhirat.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Hari-hari ini kaum Muslimin baru saja melaksanakan ibadah qurban. Ada yang menyembelih sapi, kambing, atau ikut membantu pembagian daging qurban. Semua itu adalah amal yang mulia di sisi Allah.

Namun ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan bersama:
Setelah berqurban hewan, apa lagi yang harus kita korbankan demi agama Allah?
Karena sesungguhnya Islam bukan hanya mengajarkan menyembelih hewan qurban, tetapi juga mengajarkan pengorbanan dalam kehidupan.
Allah Ta‘ālā berfirman:
﴿ لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ ﴾
(QS. Al-Hajj: 37)
Artinya:
“Daging-daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Ayat ini mengajarkan bahwa inti qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi bagaimana kita memiliki hati yang taat dan rela berkorban demi agama Allah.

Jamaah rahimakumullah,
Ada beberapa hal yang harus kita korbankan demi menjaga iman dan agama kita.
Pertama: Mengorbankan Rasa Malas dalam Ibadah
Banyak orang mampu bangun pagi demi pekerjaan, tetapi berat bangun untuk shalat Subuh berjamaah.
Banyak yang kuat berjam-jam bermain handphone, tetapi lemah membaca Al-Qur’an beberapa menit saja.
Jika ingin dekat kepada Allah, maka korbankan rasa malas dan mulai biasakan diri dalam ibadah.

Kedua: Mengorbankan Waktu untuk Menuntut Ilmu
Di akhir zaman ini, ilmu agama semakin penting.
Karena tanpa ilmu, manusia mudah tertipu oleh fitnah dan kesesatan.
Luangkan waktu untuk:
menghadiri pengajian,
membaca kitab,
mendidik anak-anak dengan agama,
dan belajar Al-Qur’an.
Jangan sampai seluruh waktu habis hanya untuk urusan dunia.

Ketiga: Mengorbankan Harta di Jalan Allah
Tidak semua orang mampu berdakwah dengan lisan, tetapi banyak yang bisa membantu agama dengan hartanya.
Membantu pembangunan masjid, mendukung pengajian, membantu santri, membantu fakir miskin, dan bersedekah di jalan Allah adalah bagian dari pengorbanan demi agama.

Keempat: Mengorbankan Hawa Nafsu
Inilah pengorbanan yang paling berat.
Menahan pandangan dari yang haram, menahan lisan dari ghibah dan fitnah, menahan diri dari riba, zina, judi, dan maksiat lainnya.
Karena musuh terbesar manusia seringkali adalah hawa nafsunya sendiri.

Allah Ta‘ālā berfirman:
﴿ وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ۝ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ ﴾
(QS. An-Nazi‘at: 40-41)
Artinya:
“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Rabbnya dan menahan diri dari hawa nafsu, maka sungguh surgalah tempat tinggalnya.”

Kelima: Mengorbankan Gengsi demi Ketaatan
Hari ini banyak orang malu terlihat rajin ke masjid, malu memakai pakaian yang menutup aurat, malu menghadiri pengajian, tetapi tidak malu bermaksiat di depan manusia.
Padahal kemuliaan sejati bukan pada penampilan dunia, tetapi pada ketakwaan kepada Allah.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Lihatlah Nabi Ibrahim ‘alaihissalām. Beliau rela mengorbankan perasaan, harta, bahkan putranya demi menjalankan perintah Allah.
Karena itu Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menyembelih:
kesombongan,
kemalasan,
cinta dunia,
dan hawa nafsu dalam diri kita.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Jangan sampai semangat ibadah hanya ramai saat Idul Adha lalu hilang setelahnya.
Teruslah berkorban demi agama:
menjaga shalat,
menjaga akhlak,
menjaga keluarga,
dan menjaga iman di akhir zaman.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas berkorban demi agama dan istiqamah dalam ketaatan.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita terus berjuang menjaga iman dan rela berkorban demi agama Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْلِصِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا قُلُوْبًا مُتَعَلِّقَةً بِطَاعَتِكَ.
اَللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ،
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
#KhutbahJumat
#IdulAdha
#Qurban
#Muhasabah
#JagaIman
Lebih baru Lebih lama