Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَنَا أَيُّنَا أَحْسَنُ عَمَلًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.وَقَالَ تَعَالَى :كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah. Diatas mimbar ini Khotib mengingatkan diri pribadi dan jamaah sekalian:
betapa singkatnya hidup yang sedang kita jalani, hari-hari berjalan laksana awan yang berarak, usia berkurang tanpa terasa,
sementara dosa sering kali bertambah tanpa kita sadari dunia menghias dirinya dengan kilau yang memabukkan, hingga banyak hati terlena,
lupa bahwa di balik setiap kenikmatan yang haram terdapat api yang menyala-nyala.
Oleh karena itu, marilah kita meningkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah SWT.
Dengan sebenar benarnya taqwa, yaitu memotivasi diri untuk selalu menjalankan perintahNYA serta menjauhi segala laranganNYA Jama'ah
Jum'at Rahimakumullah...
Kematian tidak pernah salah alamat,mia tidak menunggu rambut memutih, tidak menanti anak-anak menjadi dewasa,
tidak menunggu rumah selesai dibangun, dan tidak menunggu tabungan menjadi miliaran.
Setiap detik, ada nama yang dihapus dari daftar penghuni bumi, lalu ditulis sebagai penghuni kubur.
Hari ini mungkin kita masih duduk di saf masjid. Esok, bisa jadi kita terbujur di atas keranda, diiringi takbir dan tangis keluarga. Allah berfirman: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian." (QS. Ali 'Imran: 185)
Saudaraku yang di Rahmati Allah…
Kubur bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang pertama menuju akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ، فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ، وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ "Kubur adalah persinggahan pertama akhirat.
Jika seseorang selamat darinya, maka setelah itu lebih ringan. Jika tidak selamat, maka setelahnya lebih berat." (HR. Tirmidzi)
Bayangkan jama'ah sekalian... Ketika semua orang pulang dari pemakaman, langkah kaki mereka perlahan menghilang.
Bunga-bunga mulai layu. Tangisan mulai reda. Namun kita baru memulai perjalanan yang sesungguhnya, tidak ada lagi telepon genggam, tidak ada lagi jabatan, tidak ada lagi rekening, yang menemani hanyalah amal saleh atau dosa yang belum ditaubati.
Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ... أَتَاهُ مَلَكَانِ Dua malaikat datang bertanya: مَنْ رَبُّكَ؟ Siapa Tuhanmu? مَا دِينُكَ؟ Apa agamamu? مَنْ نَبِيُّكَ؟ Siapa nabimu?
Jawaban itu tidak bisa dihafalkan sehari sebelum mati, jawaban itu lahir dari kehidupan yang penuh iman dan amal. Maka, sebelum tanah menjadi atap kubur kita,
marilah memperbanyak taubat, menjaga shalat, membaca Al-Qur'an, berbakti kepada orang tua, serta meninggalkan segala bentuk maksiat.
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah.
Siksa kubur bukan dongeng untuk menakut-nakuti manusia, ia adalah janji Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana nikmat kubur adalah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman.
Hari ini kita masih bisa sujud, hari ini kita masih bisa menangis memohon ampun, dan hari ini pintu taubat masih terbuka.
Tetapi ketika ruh telah sampai di tenggorokan, penyesalan tidak lagi berguna.
Jangan menunggu sakit untuk bertaubat, jangan menunggu tua untuk berubah, karena kematian tidak pernah membuat janji kepada siapa pun.
Semoga ketika mata kita terpejam untuk terakhir kalinya, Allah menjadikan kubur kita taman dari taman-taman surga, bukan lubang dari lubang-lubang neraka
