Cintaantara suami istri yang harmonis dalam islam

SELIMUTI AKU

Cinta antara suami dan istri bukanlah sekadar pertemuan dua hati, melainkan perjanjian suci yang dinaungi kasih sayang. 




Ia tumbuh seperti pohon rindang: akarnya adalah kepercayaan, batangnya kesabaran, dan ranting-rantingnya adalah kelembutan yang saling menaungi. 

Maka, alangkah sayangnya bila perkara kecil dibiarkan menjelma badai, lalu meretakkan rumah yang dahulu dibangun dengan doa, pengorbanan, dan cinta yang tulus.

Lihatlah betapa indah sepenggal kisah cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Khadijah radhiyallahu ‘anha. 

Ketika beliau pulang dari Gua Hira dengan tubuh menggigil dan jiwa yang diliputi guncangan, tak ada tempat yang beliau tuju selain hati seorang istri yang penuh cinta kasih.

“Selimuti aku, selimuti aku,” pinta beliau. 

Maka Khadijah pun mendekap beliau dengan cinta, seakan sebelum tubuh beliau diselimuti kain, terlebih dahulu hatinya diselimuti ketenangan. 

Di saat seseorang sedang rapuh, terkadang yang paling ia rindukan bukan jawaban, bukan pula deretan kata-kata… apalagi sumpah serapah… melainkan pelukan yang membuat dunia terasa kembali teduh.

Begitulah rumah tangga yang dipenuhi sakinah: ketika lelah menemukan tempat pulang, ketika takut menemukan ketenangan, dan ketika hati merasa aman di sisinya.

Sekiranya dua jiwa saling mencinta dengan tulus karena Allah, maka rumah tak lagi sekadar dinding dan atap… ia menjelma taman yang teduh, kediaman yang menenangkan, tempat rahmat Allah turun perlahan, keberkahan berdiam, dan cinta tumbuh bermekaran.

Ya Allah, jadikanlah pasangan dan anak-anak keturunan kami menjadi penyejuk hati kami.


Salam hangat dari tim Yufid untuk saudara-saudara kami, di mana pun Anda berada. Semoga Allah menyayangi, menjaga, dan mencintai kita semua.
Lebih baru Lebih lama