Jenis Isim yang berpungsi sebagai Nomina

 JENIS-JENIS KALIMAT ISIM (KALIMAT BERBAHASA ARAB YANG BERFUNGSI SEBAGAI NOMINA)

 


Kalimat isim adalah kalimat dalam bahasa Arab yang ketika dibaca dengan raf' (naungan suara yang menunjukkan kedudukan sebagai subjek atau istilah predikat dalam kalimat nominal), berfungsi sebagai nama atau nomina. Berikut jenis-jenisnya beserta makna dan contoh:

 

1. Kalimat Isim Mufradah (Kalimat Isim Tunggal)

 

Makna

 

Kalimat yang terdiri dari satu kata nama saja, tanpa ada tambahan kata lain seperti deskriptor atau keterangan. Berfungsi sebagai nama untuk menyebut orang, benda, tempat, atau konsep tertentu.

 

Contoh

 

- الرجل (ar-rajul) – artinya pria/laki-laki

Ketika dibaca raf' (sebagai subjek), contoh kalimat: الرجل قائم (ar-rajul qā'im) – Pria itu berdiri (di sini "الرجل" berstatus mubtada' yang dibaca raf').

- الكتاب (al-kitāb) – artinya buku

Contoh penggunaan: الكتاب جديد (al-kitāb jadīd) – Buku itu baru ("الكتاب" sebagai mubtada' dengan naungan raf').

 

2. Kalimat Isim Murakkabah (Kalimat Isim Majemuk)

 

Makna

 

Kalimat yang terbentuk dari dua atau lebih kata nama yang digabungkan menjadi satu kesatuan nama dengan makna baru. Ada dua jenis utama:

 

a. Idāfah (Gabungan Nama yang Saling Membedakan)

 

- Makna: Gabungan antara nama yang menjadi milik (mudāf ilaih) dan nama yang memiliki (mudāf), yang membentuk satu kesatuan nama.

- Contoh:

بيت العلم (baitu al-'ilm) – artinya rumah ilmu (sekolah)

Ketika dibaca raf': بيت العلم كبير (baitu al-'ilm kabīr) – Sekolah itu besar (kesatuan "بيت العلم" sebagai mubtada' dengan naungan raf').

 

b. Tarkīb (Gabungan Nama yang Saling Melengkapi)

 

- Makna: Gabungan dua nama yang saling melengkapi tanpa hubungan milik, membentuk nama baru dengan makna spesifik.

- Contoh:

أبو بكر (Abū Bakr) – artinya Abu Bakr (nama orang, di mana "أبو" berarti ayah dan "بكر" melengkapi)

Contoh penggunaan: أبو بكر صالح (Abū Bakr ṣāliḥ) – Abu Bakr itu baik ("أبو بكر" sebagai mubtada' dengan naungan raf').

 

3. Kalimat Isim Mushabbahah (Kalimat Isim yang Mirip Kalimat Fi'il)

 

Makna

 

Kalimat yang bentuknya menyerupai kalimat kerja (kalimat fi'il), tetapi ketika dibaca raf' berfungsi sebagai nama yang menyatakan peristiwa atau sifat.

 

Contoh

 

- المدح (al-madḥ) – artinya pujian (dari kata kerja يدح – memuji)

Ketika dibaca raf': المدح حسن (al-madḥ ḥasan) – Pujian itu baik ("المدح" sebagai mubtada' dengan naungan raf').

- العبث (al-'abath) – artinya kesia-siaan (dari kata kerja يعبث – bermain-main sia-sia)

Contoh penggunaan: العبث ضار (al-'abath ḍār) – Kesia-siaan itu berbahaya ("العبث" sebagai mubtada' dengan naungan raf').

 

4. Kalimat Isim Mawsūf bil-Sifah (Kalimat Isim yang Dideskripsikan dengan Sifat)

 

Makna

 

Kalimat yang terdiri dari nama utama (mawsūf) dan kata sifat (ṣifah) yang menjelaskannya, yang bersama-sama berfungsi sebagai satu kesatuan nama.

 

Contoh

 

- الرجل العريق (ar-rajul al-'arīq) – artinya pria yang tua

Ketika dibaca raf': الرجل العريق جالس (ar-rajul al-'arīq jālis) – Pria yang tua itu duduk (kesatuan "الرجل العريق" sebagai mubtada' dengan naungan raf').

- الطالبة الحسنى (aṭ-ṭālibah al-ḥasanah) – artinya siswi yang cantik

Contoh penggunaan: الطالبة الحسنى متعلمة (aṭ-ṭālibah al-ḥasanah muta'allimah) – Siswi yang cantik itu sedang belajar (kesatuan sebagai mubtada' dengan naungan raf').

 

5. Kalimat Isim Mu'allaf bi al-'Ādāt (Kalimat Isim yang Dibentuk dengan Kebiasaan)

 

Makna

 

Kalimat yang terbentuk berdasarkan kebiasaan penggunaan dalam bahasa Arab, di mana kombinasi kata-kata tertentu telah diakui sebagai satu kesatuan nama dengan makna tetap.

 

Contoh

 

- باب السلام (bābu as-salām) – artinya pintu salam (bagian depan rumah)

Ketika dibaca raf': باب السلام مفتوح (bābu as-salām maftūḥ) – Pintu salam itu terbuka (kesatuan sebagai mubtada' dengan naungan raf').

- دار الحق (dāru al-ḥaqq) – artinya tempat kebenaran

Contoh penggunaan: دار الحق مقدسة (dāru al-ḥaqq muqaddasah) – Tempat kebenaran itu suci (kesatuan sebagai mubtada' dengan naungan.

Lebih baru Lebih lama