seri Pendidikan Politik Islam

🏛️ SERI PENDIDIKAN POLITIK #018

KALAU ADA PERKARA,
SIAPA YANG MENGADILI?




Bayangkan...

Dua orang berselisih.

Yang satu merasa hartanya dirampas.

Yang satu merasa dirinya tidak bersalah.

Mereka sama-sama punya alasan.

Lalu...

❓ Siapa yang menentukan siapa yang benar?

Kalau setiap orang boleh menghukum
berdasarkan versinya sendiri...

yang kuat akan menang.

Yang punya uang bisa menang.

Yang punya pengaruh bisa menang.

Maka sebuah negara membutuhkan:

⚖️ PERADILAN.

Dalam sistem pemerintahan Islam,
urusan peradilan bukan diserahkan
kepada siapa saja.

Ada Qadhi yang bertugas memutus perkara
berdasarkan hukum syara'.

Misalnya:

• Perselisihan harta.
• Sengketa kepemilikan.
• Perselisihan antarindividu.
• Perkara pidana.
• Perkara antara Muslim dan non-Muslim.

Jadi ketika terjadi perselisihan...

Bukan:

“Siapa yang paling kuat?”

Bukan:

“Siapa yang paling kaya?”

Tetapi:

⚖️ “APA HUKUMNYA?”

Dan siapa yang memutuskannya?

**QADHI.**

Tapi ternyata...

Peradilan dalam Islam tidak hanya
menunggu orang datang membawa perkara.

Ada juga:

👁️ **AL-MUHTASIB.**

Muhtasib adalah qadhi yang menangani
perkara hisbah, yaitu perkara yang berkaitan
dengan hak-hak umum dan pelanggaran yang
tampak di tengah masyarakat.

Contohnya bisa kita lihat dari pasar.

Rasulullah ﷺ pernah melewati seorang penjual
makanan.

Beliau memasukkan tangan ke dalam tumpukan
makanan dan menemukan bagian bawahnya basah.

Ketika ditanya, penjual itu mengatakan
bahwa makanan tersebut terkena hujan.

Rasulullah ﷺ kemudian mengingkari
tindakan menyembunyikan bagian yang rusak
di bawah bagian yang terlihat baik.

Artinya...

Ada pelanggaran yang tidak harus menunggu
seseorang datang menggugat.

Ketika pelanggaran terhadap hak umum
terlihat secara nyata,
pengawasan hisbah dapat bertindak.

Jadi sederhananya:

⚖️ ADA SENGKETA ANTAR PIHAK
→ QADHI.

👁️ ADA PELANGGARAN TERHADAP HAK UMUM
YANG TERLIHAT
→ HISBAH / MUHTASIB.

Tapi...

Masih ada satu persoalan yang jauh lebih besar.

Bagaimana kalau...

❗ YANG MELAKUKAN KEZALIMAN
JUSTru ORANG YANG MEMEGANG KEKUASAAN?

Bagaimana kalau pejabat negara
menzalimi rakyat?

Bagaimana kalau ada keputusan penguasa
yang merugikan seseorang?

Apakah rakyat hanya bisa diam?

Apakah pejabat negara
kebal dari pengadilan?

Ternyata tidak.

Dalam struktur peradilan Islam,
ada mekanisme khusus untuk perkara
kezaliman yang berkaitan dengan penguasa
dan aparat negara.

Namanya:

🏛️ **MAZHALIM.**

Tapi...

Siapa yang mengadili perkara Mazhalim?

Apa saja kewenangannya?

Dan apakah seorang penguasa
bisa benar-benar diadili?

🔥 **Kita bahas di #019.**
Lebih baru Lebih lama